jump to navigation

Tips Membuat Roti Isi Pisang dan Donat Kentang yang Empuk & Pulen 21 Mei, 2008

Posted by hafidz2008 in Serba Serbi.
trackback

Roti pisang dan donat kentang keduanya adalah produk makanan dengan metode fermentasi yang menggunakan ragi/yeast. Ragi ini adalah mikroorganisme hidup keluarga fungus, yaitu saccharomyces cerevisiae. Kualitas ragi sangat mempengaruhi laju fermentasi sehingga ragi yang buruk akan menyebabkan fermentasi tidak maksimal. Akibatnya adonan tidak mengembang sempurna, roti dan donat menjadi alot. Mengingat ragi inilah yang selama proses fermentasi akan membentuk gas sehingga timbul pori-pori/serat di dalam adonan. Untuk mengetahui kualitas ragi yang baik bisa dilakukan dengan cara mencampur 1 sdt ragi dengan 1 sdm tepung yang dilarutkan dengan 1 sdm gula dan 60 ml air. Jika adonan berbusa berarti kualitas ragi masih baik. Gunakan instant yeast karena lebih mudah dan cepat fermentasinya.

Selanjutnya, yang harus diperhatikan adalah saat melakukan penimbangan bahan pembuatan roti dandonat kentang. Pilih resep yang baik dengan ukuran yang akurat. Salah dalam penimbangan bahan akan menyebabkan adonan alot. Seperti terlalu banyak terigu dalam pembuatan roti pisang dan kekurangan cairan/air akan menyebabkan adonan keras dan tidak dapat mengembang sempurna. Untuk donat kentang, kebanyakan kentang bisa menyebabkan adonan lembek dan tidak bisa dibentuk, komposisi harus pas antara kentang dan tepung terigu.

Kekurangan gula dalam pembuatan donat kentang dan roti pisang juga akan menyebabkan fermentasi berjalan lambat dan adonan tidak mengembang maksimal. Sebaliknya kelebihan gula akan menyebabkan fermentasi berjalan cepat dan adonan menjadi cenderung lembek akibatnya kue menjadi lembab dan berair. Kurang penambahan ragi akan menyebabkan fermentasi berjalan lama sedangkan kelebihan lemak akan menyebabkan adonan lembek dan melebar sewaktu dipanggang.

Beberapa tips berikut perlu diperhatikan agar roti pisang dan donat kentang tidak alot:

  1. Jangan salah dalam memilih bahan. Roti dan donat kentang harus menggunakan tepung terigu tinggi protein/hard wheat, contohnya Cakra Kembar atau Kereta Kencana. Tepung terigu protein (minimal 12% protein) mengandung banyak gluten (protein terigu) yang mutlak diperlukan selama proses ferementasi. Gluten inilah yang akan menahan gas dan terbentuknya serat-serat adonan sehingga roti dan donat menjadi lebih empuk. Jika menggunakan tepung terigu rendah protein maka adonan yang dihasilkan akan berair, lembek dan fermentasi tidak bisa berjalan dengan baik. Akibatnya kue akan bantat dan liat.
  2. Agar bisa mengembang maksimal, bertekstur empuk, dan tidak alot, bisa ditambahkan bread improver, biasanya merek Unipan, yang mengandung pelunak gluten, pelembut remah roti, zat gizi bagi ragi dan pengemulsi. Dengan penambahan bahan ini maka adonan menjadi lebih lembut dan tekstur roti dan donat lebih emput/tidak liat dan keras.

Sumber : Tabloid Peluang Usaha

About these ads

Komentar»

1. dsatria - 28 Mei, 2008

wah rotinya enak banget……

2. wida - 7 Juni, 2008

thank ya resep nya…..

3. wida - 7 Juni, 2008

aku baru nyobain resep roti, cuman ko hasil nya g bisa tahan lama pe beberapa hari, minimal 3 hari.
so gimana cara nya tuch..
boleh kasih resep nya gak…
thanks yach


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: