jump to navigation

Kultum 15 Mei, 2008

Posted by hafidz2008 in Islam.
trackback

Kultum ato ‘kuliah tujuh menit’ adalah media untuk saling mengingatkan satu sama lainnya dalam hal kebaikan, yup! itulah kewajiban setiap muslim tak peduli apa dia ustad, kiyai, ato manusia biasa seperti aku ini.

Yah itulah salah satu aktivitasku di sela-sela kesibukan pekerjaan kantor yang ruwet, dimana aku termasuk salah satu pengurus DKM di kantorku yang ngurusin jadwalnya, ngumumin giliran siapa saja yang akan kultum.

Kultum di tempatku dimulai setelah sholat Ashar, setiap hari Senin, Rabu, Kamis dan Jum’at. Dan diisi oleh hampir semua karyawan, karna Direksi selalu pemimpin perusahaan, sangat mendukung kegiatan ini.

Tadi pagi sebelum masuk kantor, ada teman yang nyeletuk “eh kata-nya kultum udah dihapuskan ya.. (sambil ketawa)”. Dan sebelum-sebelumnya juga ada yang komentar “ngapain sih kultum-kultum segala, orang yang kultum juga ga sesuai dengan apa yang dia omongin, percuma aja..”

Haa.. sempat kaget juga sih, ternyata ada juga yang kurang mendukung kegiatan ini, padahal menurutku ini adalah sarana yang baik untuk memperbanyak amal kebaikan. Yah mungkin ini adalah cobaan bagi yang mau berbuat kebaikan, tapi itu sih ga seberapa (kecil mee..n) dibandingkan para sahabat, para ulama jaman dulu, mereka itu taruhannya nyawa coy…

Sebagaimana firman Allah :

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

( Q.S. 29:2-3 )

Aku hanya berharap mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada mereka-mereka yang belum tau besarnya pahala yang akan didapat. Amin..

Komentar»

1. Billy Soemawisastra - 30 Mei, 2008

Salam kenal Mas Hafidz. Setuju banget tuh dengan kegiatan Anda menyelenggarakan kultum di kantor. Apalagi kalau kultum yang Anda gelar itu lebih diarahkan pada upaya introspeksi, memperbesar rasa syukur kepada Allah, dan ajuran berbuat baik kepada sesama manusia. Bukan untuk menjelek-jelekkan golongan lain, apalagi untuk menebar sikap permusuhan terhadap kelompok-kelompok umat yang berbeda pendapat dengan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: